Sabtu, 28 Juli 2007

HARIMAU-HARIMAU

Disebuah pulau terdapat hutan raya yang dihuni binatang buas,serangga serta ditanami bunga anggrek dan tanaman lainnya.Bagian hutan ini sangat menakutkan tetapi juga terdapat sumber nafkah hidup manusia.Terdapat tujuh orang yang telah tinggal di hutan selama seminggu yaitu Pak haji Rahmad yang tertua,umurnya 60 tahun tetapi badannya sehat dan kuat.Wak Katok berumur 50 tahun yang ahli pencak dan dianggap dukun besar dan juga pemburu yang mahir.Sutan berumur 20 tahun dan telah berkeluarga.Talib berumur 27 tahun memiliki istri dan 3 orang anak.Sanip berumur 25 tahun memiliki istri dan 4 orang anak.Buyung berumur 19 tahun

Wak Katok membawa senapan lantaknya yang amat tua tetapi bagus sekali untuk berburu rusa ban babi.Wak katok sering meminjamkannya kepada BuyungBuyung bangga dengan kepandaiannya menembakan senapan,jarang sekali tembakkannya meleset.Wak Katok pun sering memujinya.Wak Katok ahli sihir.Buyung dan teman-temannya ingin diberi pelajaran ilmu sihir terutama mantera pengikat hati gadis sebab Buyung jatuh cinta pada Zaitun.Namun Wak katok tidak mau memberikannya karena mereka masih terlalu muda.Sejak kecil Buyung dan Zaitun berkawan.Pada saat itu Zaitun berumur 12 tahun dan kini ia telah menjadi seorang gadis.Buyung kini tak tahu bagaimana perasaan Zaitun.Ayah dan Ibu Buyung senang kepada Zaitun.Ayah Zaitun yaitu Pak Lebai juga senang pada Buyung.Sedangkan Sanip penggembira sekali.Ia pandai memainkan dangung-dangung.Ia juga selalu menganggap segala persolan dengan ringan.

Mereka di hutan biasanya menangkap ikan dan burung.Jika tidak mendapatkannya mereka membakar dendeng atau ikan dan membawanya pulang.Tidak jauh dari hutan dammar itu terdapat hutan Wak Hitam.Merekapun sering bermalam disana.Wak Hitam berumur 70 tahun.Bertubuh kurus dan hitam.Ia sering memakai celan,baju,serta daster hitam.Ia kini tinggal bersama istrinya yaitu Siti Rubiah yang cantik,dan muda.Namun Wak Katok beberapa bulan terakhir ini sering sakit-sakitan.

Mereka sudah dua minggu mengumpulkan dammar.Lusa mereka kembali ke kampung.Buyung memasang perangkap kancil di ladang Wak Hitam.Jika dapat akan di berikan pada Zaitun.Dua hari sebelum pulang Buyung melintas jalan di sungai,ia melihat Siti rubiah bermain air sambil menagkap ikan.Akhirnya mereka duduk berdua.Siti rubiah bercerita pada Buyung bahwa ia dipaksa kawin dengan Wak Hitam.Ia hampir bunuh diri.karena tidak pernah senang selam menikah.Buyung lalu pergi untuk mengambil keranjang,Pada saat di tengah hutan Talib,Sutan,Dan Buyung melihat enam ekor burung gagak melintas diatas kepala.Talib berkata itu pertanda tidak baik.

Keesokan harinya Buyung merasa berat untuk meninggalkan Siti Rubiah sebab Ia mengurusi Wak Hitam sendiri.Buyung sempat mengucapkan selamat tinggal dan berpesan agar Siti Rubiah menjaga diri baik-baik.Teman-teman Buyung telah pergi terlebih dahulu lalu ia menyusul.Tetapi ia teringat pada perangkap kancilnya.Talib menyuruhnya untuk kembali.Alangkah senang hatinya melihat didalam perangkap terdapat 1 ekor kancil.Di pinggir hutan ia melihat Siti Rubuah yang gelisah namun menjadi senang melihat kancil itu.Buyung lalu memberikannya pada Siti Rubiah.lalu Siti Rubiah menceritakan kegelisahan hatinya pada Buyung,dan meminta agar membawanya lari dan kembali ke kampung.

Hampir maghrib Buyung baru tiba,mereka lalu mendirikan sebuah pondok.Keesokan hariny mereka berburu rusa.Mereka melihat seekor rusa jantan dan keluar pula rusa betina.Buyung berhasil menangkap rusa jantan.Esok paginya mereka kembali berburu.Ada seekor harimau yang menderita lapar 2 hari.Harimau itu mengikuti jejak manusia.Ia melihat tulang-tulang rusa dan lahap memakannya.I belum kenyang dan melihat Pak Balam melepaskan diri dari cahaya api dan lalu ia menerkam Pak Balam.Lalu Pak Balam berusaha lari namun kakinya tergelincir.Mereka mendengar jerit Pak Balam minta tolong.Wak katok segera mengambil senapan dan yang lain membawa potongan kayu yang menyala.Wak Katok menembak harimau dan lari.Mereka mendekati Pak Balam.Betisnya hancur,pakaiannya koyak,dan badannya penuh luka dan Pingsan.Lalu mereka mengangkay Pak Balam.Wak katok mengikuti dari belakang,ketika sampai mereka mengobatinya.Ketika sadar Pak Balam nenceritakan bahwa mereka akan mendapat celaka,tiap mereka melakukan dosa.Pak balam lalu menceritakan dosa-dosannya sebab ia mengatakan harimau iti kiriman Tuhan.Ia juga memakasa mereka mengakui dosa-dosa mereka.Ia juga menceritakan dosa Wak katok.Dan Wak katok menyesal menyelamatkan Pak Balam.

Setelah bermalam mereka bejalan lebih cepat.Wak katok di bagian depan.Talib berjalan di belakang dan ia sempat kencing di pinggir jalan.Llau terdengar bunyi auman harimau lalu disusul jeritan talib ketakutan dan kesakitan.Setelah Wak Katok melihat hanya ada keranjang yang di bawa TalibMereka mengikuti jejak harimau.Pak Balam ditinggal.Terlihat Talib tertidur pingsan lalu dibawa ketempat Pak Balam.Setelah beberapa hari,Talib mengakui bahwa ia berdosa,pernah mencuru dan tiba-tiba nafasnya berhenti dan akhirnya mati.Pak Balam lalu mendesak lagi mereka agar mengakui dosa-dosa mereka.Sanip ingin mengakui dosa-dosanya tapi dihalangi Sutan.Namun ia tetap mengakui dosa-dosanya.

Setelah Pak Balam membongkar rahasianya,Wak katok berada dibawah tekanan jiwa yang semakin hari semakin besar.Ia merasa kelemahan-kelemahannya di bongkar dan membuat ia semakin lemah kembali.Pada saat mereka tidur,timbul niat Wak Katok untuk membunuh teman-temannya yang masih hidup dan dia akan pulang sendir ke kampungnya.Dia mengatakan bahwa hanya ia yang selamat.Sehingga orang kampung segan dan hormat padanya.

Pada saat Wak katok dan Buyung akan kembali ke pondok ia mendengar jeritan orang minta tolong.Buyung ingin menolong orang itu tapi Wak katok melarangnya.Akhirnya mereka sampai di pondok namun tetap tidak bertemu dengan Sutan.Karena Sutan meninggalkan Pak haji dan Pak balam.Ternyata Sutan juga menjadi korban.

Mereka menuju suara Sutan di serang harimau.Dalam perjalan Wak katok merasa takut.Ia merasa Buyung dan Pak Haji menggunjingnya.Lalu ia memaksa mereka mengakui dosa-dosanya,tetapi mereka tetap tidak mau memgakuinya.Tiba-tiba ada seorang harimau.Buyung menyuruh Wak katok untuk menembaknya dan mengganti mesiu yang baru.Lalu harimau lari.Merekapun menunggu karimau kembali.Tetapi mereka terkejut melihat melihat Wak katok melempar senapan ke tanah dan bersembunyi di pondok.Sanip marah dan benci pada Wak katok Wak katok lalu menyuruh mereka pergi kalau tidak mereka akan di tembak.

Mereka bertiga memasang api unggun.Lalu Buyung menyerang Wak katok sedangkan Pak haji dan Sanip menyerang dari jurusan lain.Wak katok lalu menembak Pak haji.Lalu Pak haji terjatuh.Buyung dan Wak katok berkelahi.Sanip melempar Wak katok bengan kayu yang menyala.Wak katok lalu tak sadarkan diri.Pak haji sempat berpesan agar mereka mengampuni Wak katok.Pak Haji akhirnya meninggal.Sanip lalu mengikat Wak Ktok.Sedangkan Buyung mematikan api unggun.Wak katok lalu di ikat dan disandarkan dipohon dan akan di jadikan mangsa harimau.Ketika harimau datang,ia ingin harimau menerkam Wak katok,tetapi mereka ingat akan pesan Pak Haji.Lalu mereka menembak harimau dan seketika harimau mati.Wak katok masih hidup,ia hanya pingsan.Lalu mereka membawa Wak kaok ke pondok.Buyung merenung,Ia merasa beban berat dalam dirinya telah hilang.Dan ia melepasakan jimat-jimat dari Wak Katok.


Tidak ada komentar: